Kabar Duka! Cak Sholeh 'No Viral No Justice' Meninggal Dunia, Pengacara yang Gugatan Pemilunya Ubah Sistem Demokrasi
--
MASKAHUB – Pada artikel berikut ini adalah informasi terbaru mengenai Cak Sholeh 'No Viral No Justice' meninggal dunia yang tidak boleh kamu lewatkan. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar tidak ketinggalan informasi pentingnya di bawah ini!
Kabar duka datang dari dunia advokat Indonesia. Muhammad Sholeh atau yang lebih dikenal sebagai Cak Sholeh, pengacara asal Sidoarjo yang selama ini identik dengan gerakan “No Viral No Justice”, meninggal dunia pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, rekan sesama advokat, aktivis, serta masyarakat yang selama ini mengikuti kiprahnya.
Cak Sholeh dikenal sebagai sosok yang cukup vokal dalam menyuarakan persoalan keadilan. Melalui gerakan “No Viral No Justice”, ia mengkritik kondisi ketika sebuah perkara baru mendapat perhatian serius setelah menjadi pembicaraan luas di media sosial. Gerakan tersebut kemudian menjadi salah satu identitas yang melekat kuat pada dirinya.
Lainnya: Profil dan Biodata Indra Priawan, Suami Nikita Willy yang Viral Usai Jadi Imam Salat Jumat di Kanada
Selain dikenal sebagai advokat, Cak Sholeh memiliki latar belakang sebagai aktivis gerakan Reformasi 1998. Ia pernah aktif dalam Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD). Pengalaman tersebut turut membentuk sikap kritisnya dalam melihat persoalan hukum, demokrasi, dan ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat.
Nama Cak Sholeh juga tercatat dalam sejarah hukum tata negara Indonesia melalui perkara pengujian undang-undang di Mahkamah Konstitusi. Pada 2008, ia mengajukan judicial review terkait aturan Pemilu yang kemudian berkontribusi pada lahirnya sistem proporsional terbuka berbasis suara terbanyak. Putusan tersebut menjadi salah satu jejak penting dalam perjalanan sistem pemilu di Indonesia.
Perjuangannya tidak berhenti pada perkara konstitusi. Dalam berbagai kesempatan, Cak Sholeh juga dikenal aktif memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat dan menyuarakan kasus-kasus yang dianggap menyangkut kepentingan publik. Cara komunikasinya yang terbuka serta keberaniannya mengkritik persoalan hukum membuat sosoknya cukup dikenal, khususnya di Jawa Timur.
Lainnya: Pertarungan Sanji yang Paling Tak Terlupakan dalam One Piece, yang Mana Favoritmu?
Kabar meninggalnya Cak Sholeh kemudian mendapat respons dari sejumlah rekan dan komunitas yang pernah berinteraksi dengannya. Salah satu sahabatnya, Moh Trijanto, mengenang Cak Sholeh sebagai sosok yang telah menemaninya sejak masa perjuangan Reformasi 1998.
“Cak Sholeh sahabat sejati yang membersamai saya sejak masa-masa paling berdarah dalam gerakan mahasiswa dan reformasi 98,” tutur Trijanto.
Komunitas dan sejumlah pihak yang mengenal Cak Sholeh turut menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. DPP Gerrindo, misalnya, menilai kepergian Cak Sholeh bukan berarti berakhirnya perjuangan yang selama ini ia lakukan.
“Tetapi, jejak perjuangannya tidak akan ikut terkubur,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui akun Instagram tersebut.
Jenazah Cak Sholeh direncanakan dimakamkan di Pondok Pesantren Singa Putih Munfaridin, Prigen, Pasuruan. Sementara itu, rumah duka berada di Jalan Lebak Rejo Utara II Nomor 49-51, Surabaya. Kepergiannya menjadi kehilangan bagi dunia advokasi, terutama bagi masyarakat yang mengenal kiprahnya dalam memperjuangkan akses terhadap keadilan.
Warisan terbesar Cak Sholeh bukan hanya jargon “No Viral No Justice”, melainkan keberaniannya membawa persoalan masyarakat ke ruang hukum dan publik. Jejaknya sebagai advokat, aktivis, serta penggagas gerakan sosial tersebut membuat namanya diperkirakan akan tetap dikenang dalam perjalanan advokasi dan demokrasi di Indonesia.
Itu dia informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan update berita terbaru hanya melalui website kami!