Profil Ratna Sari Dewi: Mantan Istri Presiden Soekarno yang Tetap Setia Hadiri Perayaan HUT RI ke-81
--
MASKAHUB – Nama Ratna Sari Dewi atau yang memiliki nama asli Naoko Nemoto kembali menjadi pusat perhatian publik Indonesia. Di usianya yang telah senja, sosok perempuan berdarah Jepang ini menunjukkan nasionalisme dan kecintaannya yang mendalam kepada Indonesia dengan hadir secara langsung dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-81 (HUT RI ke-81).
Kehadirannya sontak mengundang rasa haru sekaligus kekaguman dari masyarakat luas yang memuji dedikasi dan staminanya di usia lanjut.
Lainnya: Menembus Luar Angkasa! BIGBANG Bawa Pesan VIP Makin Ciamik Lewat Kolaborasi Bersejarah dengan KASA
Lahir di Tokyo, Jepang, pada 6 Februari 1940, perjalanan hidup Ratna Sari Dewi penuh dengan babak sejarah yang erat kaitannya dengan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Pertemuan pertama mereka terjadi di Tokyo pada tahun 1959 melalui seorang relasi, di tengah masa-masa dinamis politik Indonesia era Orde Lama.
Pesona, kecerdasan, dan ketegasan sikap Naoko Nemoto berhasil memikat hati Sang Proklamator, hingga akhirnya mereka menikah pada tahun 1962 dan ia diberikan nama Indonesia, Ratna Sari Dewi.
Sebagai istri Presiden Soekarno, Dewi Soekarno menjalani peran diplomatik dan sosial yang sangat penting pada masanya. Ia menjadi saksi hidup berbagai peristiwa monumental sejarah bangsa Indonesia.
Setelah wafatnya Bung Karno pada tahun 1970, Dewi memilih untuk menetap di luar negeri, tinggal di berbagai negara seperti Prancis, Swiss, hingga Amerika Serikat, sebelum akhirnya memutuskan kembali beraktivitas secara aktif dan sering mengunjungi Indonesia untuk berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pelestarian lingkungan.
Meskipun telah lama melalang buana di kancah internasional, keterikatan emosional Dewi dengan Indonesia tidak pernah pudar. Hal ini dibuktikan secara nyata setiap kali ia menyempatkan diri hadir dalam momen-momen penting nasional, termasuk perayaan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kehadirannya pada peringatan HUT RI ke-81 menjadi simbol kuat penghormatan terhadap sejarah perjuangan kemerdekaan serta ikatan batin yang abadi antara dirinya dan keluarga besar Bung Karno.
Selain dikenal sebagai mantan ibu negara, Ratna Sari Dewi juga aktif di berbagai bidang filantropi. Ia mendirikan yayasan amal, menulis buku memoar yang menceritakan kisahnya bersama Bung Karno, serta kerap tampil di berbagai program televisi internasional untuk mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Indonesia. Konsistensinya dalam menjaga kesehatan dan penampilannya yang tetap anggun di usia tua sering kali dijadikan inspirasi oleh banyak orang.
Kisah hidup Ratna Sari Dewi mencerminkan sebuah narasi ketahanan, cinta lintas budaya, dan loyalitas terhadap sejarah. Kehadirannya di perayaan HUT RI ke-81 bukan sekadar seremoni kenegaraan, melainkan pengingat hidup bagi generasi muda Indonesia akan lembaran sejarah penting bangsa yang dijembatani oleh figur-figur tangguh seperti dirinya. Publik terus mengenangnya sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh dan penuh pesona dalam sejarah modern Indonesia.