Thursday 20th of August 2026

Deputi Bidang Geofisika BMKG Laporkan 3002 Kali Gempa Susulan di NTT, Korban Kini Terus Bertambah

 Deputi Bidang Geofisika BMKG Laporkan 3002 Kali Gempa Susulan di NTT, Korban Kini Terus Bertambah

--

MASKAHUB – BMKG melaporkan baru saja terjadi 3.002 kali gempa susulan di NTT. BMKG menyebut aktivitas gempa susulan diperkirakan terus menurun dalam sekitar 21 sampai dengan 30 hari setelah gempa utama.

"Laju gempa susulan dapat mencapai tingkat yang relatif rendah dalam tiga (minggu) sampai satu bulan ke depan, mungkin di akhir September 2026," jelas Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, dalam konferensi pers, Rabu 19 Agustus 2026.

Kendati demikian, Nelly menekankan bahwa prediksi tersebut bukan berarti gempa susulan akan berhenti total usai September. Ia menerangkan bahwa BMKG akan terus memperbarui data perkembangan aktivitas gempa tersebut.

Lainnya: Dasar Ajaran Sesat! Perfect Connection Chapter 1 Bahasa Indonesia

Lainnya: Toumei na Yoru ni Kakeru-kun Full Chapter Bahasa Indonesia, Kisah Sosok Misterius Yang Kehadirannya Semu

"Secara umum, dari grafik terlihat bahwa kecenderungannya menurun. Walaupun dalam beberapa periode dapat terjadi peningkatan aktivitas, secara keseluruhan gempa susulan ini akan menurun," ungkap Nelly.

"Hasil perhitungan sementara kami, kira-kira dalam waktu 21 sampai 30 hari ke depan (gempa susulan) akan segera menurun," lanjutnya kemudian.

Sampai dengan Rabu (19/08) sore, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT sebanyak 73 orang, serta total korban luka berat serta luka ringan sebanyak 931 orang.

 

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi terjadinya gempa bumi dengan kekuatan lebih besar di NTT.

Lainnya: Artis Tanah Air Inisial EJR Diduga Terlibat Kasus Pelecehan Seksual, Warganet Gencar Cari Orangnya

Lainnya: Bocoran Manga Toumei na Yoru ni Kakeru-kun Chapter 9 Bahasa Indonesia, Sesuatu Yang Terlihat Tidak Akan Sama Lagi

Teuku memastikan butuh waktu yang panjang untuk gempa sekuat magnitudo (M) 7,7 akan kembali melanda wilayah tersebut.

"Perlu dipastikan bahwa diperlukan waktu hingga puluhan tahun agar sesar naik di busur belakang Flores ini dapat mengumpulkan energi dan menghasilkan gempa sebesar yang terjadi saat ini," kata Teuku kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 19 Agustus 2026.

Teuku mengungkapkan bahwa, dalam kurun puluhan tahun ke depan, potensi gempa dengan kekuatan yang lebih besar atau lebih kecil memang tetap ada di NTT. Akan tetapi, ia menekankan hal tersebut tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

"Adapun gempa yang dirasakan oleh masyarakat ada sebanyak 88 kali. Terkait proses peluruhannya, karena gempa utamanya cukup besar, yaitu M 7,7, maka penurunan aktivitas gempa memerlukan waktu kurang lebih 3 sampai 4 minggu ke depan," lanjutnya.

Berdasarkan pemutakhiran data gempa susulan hingga pukul 17.00 WIB kemarin (19/08), pihaknya mencatat sudah terjadi 3.055 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar M 6,2.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST