Karpet Sajadah Masjid Dijadikan Alas Panggung Upacara 17an, Kabupaten Buteng Sulawesi Banjir Kritik Pedas
--
MASKAHUB – Pemerintah Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra) banjir sorotan setelah diduga menggunakan karpet masjid sebagai alas dan injak-injak pejabat ketika upacara HUT Ke-81 RI. Pihak kecamatan berdalih karpet tersebut tidak lagi digunakan di masjid.
"Jadi karpet yang saya pinjam itu sudah tidak dipakai lagi di masjid," ungkap Camat Mawasangka, Imaduddin kepada wartawan, Selasa 18 Agustus 2026.
Peristiwa tersebut terjadi ketika upacara HUT ke-81 RI di Desa Kanapa-Napa, Kecamatan Mawasangka, pada Senin 17 Agustus 2026. Imaduddin mengungkapkan bahwa karpet tersebut dipinjam dari kantor desa dan digunakan sebagai alas panggung bagi pejabat serta tamu undangan.
Lainnya: Deputi Bidang Geofisika BMKG Laporkan 3002 Kali Gempa Susulan di NTT, Korban Kini Terus Bertambah
Lainnya: Artis Tanah Air Inisial EJR Diduga Terlibat Kasus Pelecehan Seksual, Warganet Gencar Cari Orangnya
Lainnya: Raditya Dika Takedown Podcast Bersama Nagita Slavina dari YouTube, Apa yang Terjadi?
"Karpet yang kami gunakan itu kami pinjam dari Desa Kanapa-Napa," katanya.
Dia menekankan bahwa karpet tersebut bukan inventaris masjid yang masih digunakan untuk beribadah, melainkan karpet lama yang sebelumnya adalah inventaris Desa Kanapa-Napa. Karpet tersebut kemudian dimanfaatkan panitia sebagai alas di panggung.
"Panitia menggunakan karpet tersebut sebagai alas tribun untuk memberikan kenyamanan kepada para tamu undangan selama proses upacara berlangsung," jelasnya.
Kendati demikian, penggunaan karpet dengan motif yang identik dengan perlengkapan masjid tetap menimbulkan respons beragam di tengah masyarakat.
Lainnya: Semua Terasa Kabur! Toumei na Yoru ni Kakeru-kun Chapter 8 Bahasa Indonesia
Imaduddin mengakui hal tersebut bisa menimbulkan persepsi berbeda, terutama karena karpet tersebut terlihat diinjak oleh pejabat serta tamu undangan.
Atas polemik tersebut, Imaduddin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
“Atas nama pemerintah kecamatan, baik saya secara pribadi maupun pemerintah kecamatan, menyampaikan permohonan maaf kepada publik,” pungkasnya.
Lainnya: Solo Leveling Secara Resmi Perkenalkan Monarch Baru yang Jauh Lebih Kuat dari Ashborn, Siapakah Dia?
Klarifikasi pemerintah kecamatan menyebut karpet tersebut sudah tidak digunakan di masjid dan dipinjam dari Desa Kanapa-Napa.
Kendati demikian, foto penggunaannya sebagai alas panggung upacara telanjur beredar di media sosial serta memicu perbincangan publik.