Sunday 23rd of August 2026

Fenomena Matahari Merah Hebohkan Warga Kalimantan, NASA Rilis Penjelasan Ilmiahnya!

Fenomena Matahari Merah Hebohkan Warga Kalimantan, NASA Rilis Penjelasan Ilmiahnya!

--

MASKAHUB – Matahari terlihat berwarna merah membara di langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis 20 Agustus 2026 menjelang petang. Fenomena tersebut menjadi perhatian banyak orang.

Dari kejauhan, matahari nampak seperti bola merah yang menggantung rendah di antara pepohonan. Kondisi langit yang tampak kelabu memperkuat kesan pekatnya asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya.

Warga Palangka Raya, Sri Muliati yang mengabadikan momen tersebut mengungkapkan bahwa penampakan matahari merah tersebut diduga kuat berkaitan dengan kondisi langit tertutup asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Lainnya: Raditya Dika Takedown Podcast Bersama Nagita Slavina dari YouTube, Apa yang Terjadi?

Lainnya: Toumei na Yoru ni Kakeru-kun Full Chapter Bahasa Indonesia, Kisah Sosok Misterius Yang Kehadirannya Semu

Sementara itu, menurut Prakirawan BMKG Palangka Raya, Chandra, matahari tampak merah sebab partikel-partikel asap di udara bisa memengaruhi cahaya matahari yang mencapai permukaan bumi.

"Benar Pak, bisa dipengaruhi dari kabut asap karhutla yang sedang terjadi di wilayah Kalimantan Tengah," ujarnya.

"Karena jika dilihat dari citra sebaran asap kemarin sore, terlihat wilayah kalimantan tenagh sebagian besarnya sudah tertutup asap. Saat cahaya melewati lapisan atmosfer yang dipenuhi partikel, warna dengan panjang gelombang tertentu lebih banyak tersebar sehingga matahari dapat terlihat kemerahan, terutama ketika posisinya mulai rendah menjelang sore," lanjutnya kemudian.

 

Untuk warga Palangka Raya, pemandangan tersebut bukan sekadar fenomena langit yang menarik untuk diabadikan. Warna merah pada matahari sekaligus menjadi gambaran kondisi udara yang saat ini dihadapi masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas karhutla.

Lainnya: Permintaan Maaf Eza Geonino Ditolak, Elryan Carlen Pilih Jalur Hukum Dugaan Penganiayaan!

Lainnya: Karpet Sajadah Masjid Dijadikan Alas Panggung Upacara 17an, Kabupaten Buteng Sulawesi Banjir Kritik Pedas

Secara ilmiah, penjelasan tersebut cocok dengan bagaimana aerosol dari kebakaran berinteraksi dengan radiasi Matahari. Partikel asap bisa menghamburkan sekaligus menyerap sebagian cahaya sehingga spektrum cahaya yang kemudian mencapai mata manusia berubah.

NASA menjelaskan asap kebakaran tersusun atas partikel-partikel kecil yang dapat menghalangi dan menghamburkan cahaya serta panjang gelombang lebih pendek, termasuk warna biru. Hal ini membuat, cahaya Matahari yang sampai ke pengamat menjadi lebih redup sekaligus lebih merah dari biasanya.

"Cahaya yang kita lihat dari Matahari tampak lebih redup dan lebih merah daripada biasanya," tulis NASA dalam Astronomy Picture of the Day pada 30 Juli 2026.

Prinsip dasarnya berkaitan dengan hamburan cahaya di atmosfer. Cahaya Matahari sebenarnya terdiri atas berbagai warna. Warna biru memiliki panjang gelombang lebih pendek dan lebih mudah dihamburkan dibandingkan warna merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang.

Oleh sebab itu, keberadaan lapisan asap yang cukup tebal dapat membuat Matahari terlihat merah atau jingga, terutama ketika posisinya mendekati cakrawala.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST